Industri drama Korea (Drakor) telah menunjukkan kematangan yang luar biasa dalam memproduksi serial fantasi epik dengan anggaran besar. Di antara judul-judul yang mendefinisikan ulang world-building dalam drakor adalah Alchemy of Souls (AOS) dan Arthdal Chronicles (AC). Meskipun keduanya sama-sama menciptakan dunia yang sepenuhnya fiktif dengan aturan, budaya, dan konflik internal yang kompleks, cara mereka membangun dan mengoperasikan elemen magis sangat berbeda, mencerminkan dua pendekatan berbeda terhadap genre fantasi.
Alchemy of Souls berakar kuat pada fantasi Wuxia/Xianxia Asia, berfokus pada sihir, energi spiritual, dan perguruan tinggi seni bela diri. Dunianya, Daeho, adalah fiksi historis yang kaya dengan aura magis yang terasa lebih dekat dengan fantasi Timur yang klasik. Sebaliknya, Arthdal Chronicles mengambil pendekatan fantasi mitologis/arkeologis, menciptakan dunia prasejarah (Arth) di mana sihir (atau lebih tepatnya, kekuatan supernatural) terikat erat dengan keturunan, takdir, dan evolusi spesies. Perbedaan mendasar ini memengaruhi setiap aspek narasi, mulai dari sistem kekuatan hingga peran takdir dalam kehidupan para karakter.

Struktur dan Sistem Kekuatan Magis
Perbandingan paling jelas antara kedua serial ini terletak pada bagaimana sistem kekuatan atau magis dikonseptualisasikan dan dioperasikan oleh para karakternya.
1. Sistem Sihir di Alchemy of Souls (AOS)
Dunia Daeho di AOS didominasi oleh Sihir berbasis Qi dan energi spiritual. Sistem magisnya sangat terstruktur dan hierarkis:
- Alchemy of Souls (Hwanhonsool): Ini adalah inti dari sihir AOS—seni terlarang yang memungkinkan jiwa seseorang berpindah ke tubuh orang lain. Konsep ini adalah driving force utama plot, menciptakan konflik moral dan bahaya bagi semua karakter.
- Tingkatan: Kekuatan sihir diklasifikasikan ke dalam tingkatan yang jelas (Chosu, Chisu, Ryusu, Hansu, hingga Jipsu), yang menunjukkan kemajuan dalam penguasaan energi internal. Status dan kekuatan karakter secara langsung terkait dengan tingkat penguasaan sihir ini.
- Fokus: AOS lebih fokus pada pengembangan individu, latihan keras, dan penguasaan teknik-teknik sihir yang diturunkan. Kekuatan magis adalah hasil dari disiplin dan bakat, bukan bawaan lahir secara eksklusif.
2. Sistem Supernatural di Arthdal Chronicles (AC)
Dunia Arthdal memiliki sistem kekuatan yang jauh lebih kuno, genetik, dan berbasis mitologi, daripada sihir yang dilatih:
- Darah dan Keturunan: Kekuatan supernatural di AC sebagian besar bersifat genetik, terikat pada spesies dan keturunan. Contoh utamanya adalah suku Neanthal (ras kuno dengan kekuatan fisik superior dan kemampuan unik) dan suku Igeu (keturunan campuran manusia dan Neanthal, seperti Eun Seom, yang ditandai dengan bibir biru dan kemampuan unik).
- Kekuatan Spiritual dan Profetik: Suku Wahan dan Tanya (seperti keturunan Ibu Agung Asa Sin) memiliki koneksi kuat dengan alam, kemampuan spiritual, dan ramalan (prophecy). Kekuatan magis di sini lebih terkait dengan posisi spiritual dan takdir, seperti kemampuan Tanya untuk “berkomunikasi” dengan dewa atau leluhur.
- Fokus: AC sangat berfokus pada konflik antar-spesies dan pemenuhan ramalan kuno. Kekuatan adalah masalah identitas, takdir yang diturunkan, dan peran seseorang dalam tatanan dunia.
Latar Belakang Dunia (World-Building) dan Konflik
Perbedaan dalam sistem magis juga menghasilkan perbedaan signifikan dalam latar belakang dan konflik utama yang mendasari kedua serial.
1. Dunia Daeho (AOS): Kesenjangan Sosial dan Pengkhianatan
Daeho adalah dunia fiktif yang menyerupai era Joseon, tetapi dengan sihir yang terintegrasi penuh dalam pemerintahan dan kehidupan sehari-hari.
- Konflik: Konflik utamanya adalah internal dan moral, berkisar pada penggunaan sihir terlarang (Hwanhonsool). Persaingan antara empat keluarga besar (Park, Jang, Seo, Jin) dan upaya untuk menyingkap rahasia Istana menjadi fokus utama.
- Budaya: Budaya di Daeho sangat formal, dengan perguruan tinggi sihir (Sejukwon, Songrim) yang mencerminkan sistem sekolah dan militer, menegaskan struktur kekuasaan yang mapan.
2. Dunia Arthdal (AC): Peradaban, Evolusi, dan Perang Suku
Arthdal berlatar di zaman kuno, saat peradaban pertama kali muncul. Dunia ini masih liar, dihuni oleh berbagai suku dan ras.
- Konflik: Konflik AC adalah eksternal dan eksistensial, yaitu perang perebutan kekuasaan, sumber daya, dan survival antara berbagai suku (Suku Saenyeok, Hae, Wahan, Neanthal). Cerita berpusat pada pembangunan bangsa dan penemuan identitas diri di tengah perjuangan antar-spesies.
- Budaya: Budaya Arthdal adalah primitif dan berbasis suku, dengan sistem kasta dan kepercayaan yang kuat pada mitos dan dewa-dewi kuno.
Kesimpulan

Alchemy of Souls dan Arthdal Chronicles mewakili dua spektrum fantasi dalam drakor. AOS adalah fantasi yang lebih terstruktur, fokus pada penguasaan sihir individu dan konsekuensi moral dari sihir terlarang. Di sisi lain, AC adalah fantasi yang lebih liar, primal, dan mitologis, di mana kekuatan magis adalah bawaan lahir, terikat pada takdir kuno dan pembangunan peradaban.
Kedua serial ini berhasil menciptakan world-building yang mendalam dan memuaskan. AOS menawarkan intrik yang mendebarkan dan romansa yang terjalin dengan sihir. Sementara AC menyajikan drama politik yang epik dan pertanyaan filosofis tentang asal usul manusia dan takdir. Penggemar drakor fantasi disuguhi dua mahakarya yang menunjukkan bahwa batas imajinasi dalam industri ini terus berkembang.
